The Lonely Shepherd - Gheorghe Zamfir Mp3
gravatar

Supply And Demand On GBP/USD

Supply And Demand On GBP/USD, dan Teknik Menggeser Stop Loss Berdasarkan SnD Area

...lanjutkan baca...
gravatar

Gold dan Oil, mana yang lebih menguntungkan?

Perkembangan dunia investasi dewasa ini menghasilkan begitu banyak instrumen untuk berinvestasi. Hal ini memberikan investor pilihan investasi dan asset yang tadinya tidak tersedia pada masa lalu. Dari beberapa instrumen ini Gold dan Oil menjadi salah satu pilihan investasi yang bisa ditradingkan secara elektronik.

Gold dan Oil memberikan keuntungan yang luar biasa bagi investor dalam 10 tahun terakhir ini. Harga gold di pasar dunia meningkat dari $300 menjadi sekitar $1500 per ounce tahun ini. Begitu pula dengan Oil yang naik dari $20 menjadi lebih dari $100 per barrel.

Gold sebagai investasi

Investor dan instansi keuangan seperti bank secara historis membeli Gold sebagai alat untuk menghadapi inflasi ataupun devaluasi mata uang yang mungkin terjadi di masa krisis ekonomi seperti sekarang ini (baca selengkapnya di artikel 6 Alasan untuk Trading Gold).

Beberapa dari mereka juga percaya bahwa ada alasan fundamental yang jelas. Gold adalah komoditas yang langka dan kelangkaan suplai gold akan mengakibatkan harga akan terus naik. Jumlah penduduk yang semakin bertambah menimbulkan meningkatnya permintaan akan Gold, terutama di negara-negara berkembang seperti India dan China.

Alasan lain adalah Gold telah menjadi suatu trend berinvestasi yang makin popular. Dengan semakin banyaknya investor yang memilih Gold, hal ini menjadi perhatian media. Akibatnya memacu para investor lain untuk ikut trading Gold, yang mendorong harga Gold untuk terus naik.

Perkembangan teknologi mendorong Gold untuk ditradingkan ke dalam pasar bursa dalam bentuk kontrak futures. Gold yang ditradingkan dikenal sebagai Loco London Gold (LLG) yang diatur oleh London Bullion Market Association (LBMA) dibawah Bank of England. Sebagian besar anggotanya adalah bank-bank internasional dan sejumlah refineri raksasa di dunia.

Pada tahun 1975, perdagangan Gold ini dipindahkan ke New York Merchantile Exchange (NYSE) Amerika sebagai pusat perdagangan komoditas sedunia dengan sistem perdagangan elektronik yang lebih baik. Disini pasar spot Gold dikenal dengan menggunakan kode XAU dan dipatok dalam US dollar.

Oil sebagai Investasi

Fundamental investasi dari Oil adalah terus meningkatnya permintaan energy dari China, India dan negara-negara berkembang lain. Pesatnya kenaikan permintaan ini cukup susah untuk dipenuhi dalam jangka waktu pendek.

Para produsen Oil membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memenuhi permintaan ini. Investasi untuk melakukan pengeboran dan penyulingan Oil membutuhkan waktu dan biaya yang tidak sedikit.

Beberapa pakar bahkan menyebutkan bahwa ladang Oil dunia telah mencapai puncaknya beberapa tahun yang lalu (baca selengkapnya di artikel 7 Alasan kenapa harga Crude Oil terus naik), dan sekarang terus menurun produksinya. Hal ini terus memacu harga Oil untuk terus naik.

Hampir sama dengan Gold, Oil juga diperdagangkan secara elektronik di pasar spot New York Merchantile Exchange (NYSE) dengan menggunakan standar kode WTI (World Texas Intermediate) Crude Oil dan mempunyai volume transaksi harian lebih dari 14 milyar dollar per harinya

Investasi secara Bijak

Sekarang ini, investor berbondong bondong untuk “memiliki” Gold dan Oil. Perkembangan teknologi dan adanya leverage di dunia investasi menghasilkan kemudahan untuk berinvestasi yang sebelumnya tidak pernah bisa kita miliki.

Namun, faktor spekulasi yang terjadi di pasar bursa membuat harga Gold dan Oil menjadi cukup volatile. Pada akhirnya, hanya Money Management dan kesiapan kapital yang cukup akan sangat membantu kita untuk terjun dalam kedua investasi ini.

http://www.futuresgalleriablog.com/2011/05/11/gold-dan-oil-mana-yang-lebih-menguntungkan/

...lanjutkan baca...
gravatar

Menggunakan harga Gold dunia sebagai indikator forex

Gold dikenal sebagai suatu pilihan investasi yang paling aman. Namun tahukah anda, bahwa fluktuasi harga gold (XAU/USD) di dunia ternyata juga berdampak kuat di dalam forex market.

Setidaknya ada empat mata uang yang berkorelasi dengan perubahan harga gold dunia, keempat mata uang ini adalah AUD, CAD, NZD dan CHF.

Pada empat mata uang diatas, masing-masing mempunyai sebab kenapa pergerakannya sangat dipengaruhi oleh harga gold. Dengan memahami penyebab tersebut, diharapkan kita dapat lebih efektif dalam menentukan rencana trading kita. Mari kita cermati satu persatu dan semoga bisa menjadi tips trading untuk kita.

Apa penyebab dari korelasi ini?

Pair mata uang AUD/USD mempunyai hubungan positif dengan pergerakan harga gold di market. Setiap harga gold naik, pair AUD/USD juga cenderung naik. Penyebab dari korelasi ini adalah, Australia merupakan negara ketiga terbesar yang memproduksi emas. Setiap tahunnya Australia diperkirakan mengekspor emas senilai $5 billion. Untuk itu, setiap harga gold naik, maka para importir gold dari Australia akan “memburu” lebih banyak dollar Australia untuk menutup biaya kenaikan harga gold tersebut.
  
AUD/USD vs Gold 2002 – 2008



Gold dan forex futures galleria

Perekonomian di New Zealand juga sangat mirip dengan Australia. Oleh sebab yang sama, korelasi pair mata uang NZD/USD dengan harga gold juga menjadi positif.

Begitupula yang terjadi pada pair mata uang CAD/USD, Canada adalah negara pengekspor emas nomor 5 terbesar di dunia. Korelasi pair mata CAD/USD dengan harga gold di market juga lebih kuat dibandingkan Australia dan New Zealand.

Yang terakhir dan paling kuat korelasinya adalah Switzerland. Pair CHF/USD mempunyai korelasi sebesar 88% mengikuti harga gold di market. Meski Switzerland bukanlah sebagai eksportir gold di dunia, namun negara ini adalah salah satu dari sedikit negara yang masih menggunakan sistem gold standard terutama di bidang perbankan. Switzerland juga dikenal sebagai “safe-haven currency”, yang artinya bisa diandalkan dalam kondisi perekonomian dunia yang sedang krisis.

Mengaplikasikannya dalam trading

Berdasarkan dari fakta diatas, apabila kita menemukan adanya trend positif di pasar gold trading, mungkin akan lebih bijak jika anda memperhatikan korelasi ini terhadap salah satu mata uang yang telah kita bahas. Bahkan khusus untuk AUD, kita bisa mendapatkan sedikit insentif dengan adanya swap positif di pair mata uang tersebut.

...lanjutkan baca...
gravatar

Oil Trading : 7 Alasan kenapa harga Crude Oil naik terus

Ketika harga oil dunia menembus harga $100 per barrel di pasar oil trading, para analis market mulai memprediksikan kemungkinan harga oil menembus $200 bahkan $300 per barrel. Apa yang bisa kita katakan cuman “tunggu saja”.
Ditahun 1999, harga oil dunia di pasar dunia hanya $13,50 per barrel. Bahkan beberapa media ramai menampilkan prediksi “harga oil bisa mencapai $5 per barrel, konsumen akan menikmati harga-harga yang murah dan masa depan yang lebih baik”.
Namun, harga oil langsung “lepas landas” setelah itu dan tidak pernah kembali …
Oil adalah salah satu komoditas trading paling dicari di dunia selain Gold. Saya yakin kebanyakan dari anda sudah tau kenapa harga oil akan terus naik di masa yang akan datang. Seperti halnya Gold, oil adalah komoditas yang sangat langka. Namun ternyata bukan hanya itu saja faktor yang mendukung terus naiknya harga oil.

http://www.futuresgalleriablog.com/2011/04/20/oil-trading-7-alasan-kenapa-harga-crude-oil-terus-naik/

1. Peak Oil

Lonjakan harga oil dunia didukung oleh suatu teori popular yang disebut dengan teori “Peak Oil”. Teori ini secara garis besar menyebutkan bahwa produksi oil dunia akan terus meningkat dan mencapai puncak, lalu akan turun sesuai kecepatan peningkatan produksi sebelumnya.
Ladang minyak terbesar di Saudi Arabia sudah menampakkan produksi yang menurun, begitu pula ladang minyak kedua di Cantarell, Mexico.

2. Geopolitik

Ketidakstabilan kondisi di Timur Tengah yang terjadi di Libya, Mesir, Algeria, Yaman, Jordania dan Bahrain akhir-akhir ini mendukung melonjaknya harga oil dunia saat ini. Negara Timur Tengah dikenal sebagai pemasok oil di dunia, ketidakstabilan di area tersebut dikhawatirkan akan mengakibatkan kelangkaan suplai oil di pasar dunia.
oil trading

3. Spekulasi

Oil sebagai komoditas juga menjadi incaran para trader di pasar trading. Di bursa trading, oil dikenal dengan nama / simbol Crude Oil WTI dan diperdagangkan melalui kontrak (futures). Aktivitas Oil trading ini sangat ramai di bursa Wall Street. Para trader melakukan spekulasi untuk mendapatkan keuntungan dari volatilitas / fluktuasi harga kontrak oil trading yang terjadi di bursa.

4. Industrialisasi

China dan India adalah negara yang ekonominya maju secara cepat. Kedua negara tersebut sangat membutuhkan oil sebagai “bahan bakar” bagi berjalannya industrialisasi di negara mereka.
China telah mengalahkan Amerika Serikat sebagai negara terbesar pengkonsumsi sumber daya energi di dunia. Badan energi internasional menyatakan China mengkonsumsi 2,5 trilyun ton oil tahun 2010 lalu.

5. Populasi penduduk dunia

Mesir adalah salah satu contoh dari negara di dunia yang mengalami ledakan penduduk. Para pejabat di Mesir mungkin saja berpikir bahwa lebih mudah untuk menggulingkan kekuasaan diktator di Mesir daripada memberi makan rakyat Mesir.
Populasi di Mesir telah meningkat sebesar 3 kali lipat dalam kurun waktu 50 tahun terakhir. Hal ini membutuhkan suplai makanan yang sangat besar, dan untuk itu membutuhkan oil sebagai sumber energi mesin-mesin yang memproduksi / mengolah makanan.

6. Cuaca

Harga oil dunia cenderung naik ketika memasuki musim dingin. Penduduk di negara-negara Eropa dan Amerika membutuhkan sumber energi untuk menghidupkan mesin-mesin pemanas mereka ketika musim dingin tiba.

7. Belum tersedianya sumber energi pengganti Oil

Oil masih menjadi sumber energi utama yang dipakai di seluruh dunia. Meski beberapa negara sudah mengembangkan beberapa alternatif sumber energi, namun belum menunjukkan hasil yang signifikan.
Energi nuklir sebenarnya adalah yang paling potensial untuk menggantikan oil, namun persoalan ekosistem masih menjadi hambatan berat, apalagi setelah terjadinya tragedi reaktor Chernobyl dan Fukushima.
Krisis oil dimasa yang akan datang tidak bisa dihindari, dan negara-negara di dunia mulai berlomba untuk terus mencari energi alternatif.
Kecerdikan akal manusia tidak bisa diremehkan. Ketika saatnya tiba, dengan segala insentif yang diberikan untuk menciptakan sumber energi baru, saya percaya kita tidak akan kembali ke masa manusia bertransportasi menggunakan kuda.

...lanjutkan baca...
gravatar

6 Alasan untuk Trading Gold

Memang kita semua tau bahwa gold (dikenal dengan simbol XAU/USD) adalah logam berharga. Namun bukan itu saja mengapa gold menjadi logam mulia yang banyak dicari oleh semua orang di muka bumi, tidak terkecuali para investor.

Alasan untuk trading gold

Inflasi
Emas dikenal sebagai alat yang cukup baik untuk melawan inflasi, karena harga emas cenderung meningkat ketika kebutuhan / biaya hidup meningkat. Analoginya simpelnya kira-kira begini, lima tahun yang lalu anda bisa membeli roti dengan harga 1000, namun sekarang anda membutuhkan uang 3000 untuk membeli roti. Sedangkan apabila anda menggunakan emas/gold, 5 tahun yang lalu anda membutuhkan 1 gram, sekarangpun anda tetap membutuhkan 1 gram emas untuk membeli roti.
Deflasi
Deflasi biasanya menyebabkan keadaan depresi, yaitu suatu periode dimana aktifitas bisnis menurun dan keadaan ekonomi terjerat hutang yang sangat besar (seperti yang mengancam Amerika Serikat sekarang ini). Pada saat seperti ini, nilai emas lebih kuat dibanding harga-harga barang lain yang menurun tajam.
Geopolitik dan ketidakpastian
Ketika terjadi suatu krisis ekonomi dan ketegangan di suatu daerah, harga gold lebih stabil dibandingkan uang dan barang yang lain. Bahkan terkadang menjadi yang terkuat di bandingkan investasi yang lain ketika terjadi ketegangan Iran dan Irak di tahun 2007 – 2008. Para eksportir juga menggunakan gold sebagai alat hedging.
Gold versus Global Currencies 2010
Gold versus Global Currencies 2010
Supply yang terbatas
Gold adalah mineral yang langka, jumlahnya pun sedikit. Meski gold tidak dapat habis seperti minyak, tapi peredaran gold biasanya diatur ketat oleh Bank Central masing-masing negara.
Permintaan yang meningkat
Meningkatnya perekonomian di negara-negara berkembang menyebabkan naiknya permintaan emas. Di berbagai negara berkembang, emas identik dengan suatu kultur budaya. India adalah salah satu pengkonsumsi emas terbesar di seluruh dunia. Ketika bulan Oktober tiba, biasanya banyak orang India yang menikah, dan mereka menggunakan banyak perhiasan untuk perayaan tersebut.
Permintaan akan gold juga meningkat dikalangan investor. Disamping untuk alat investasi, gold juga dibutuhkan sebagai bahan baku di beberapa industri konduktor.
Diversifikasi portfolio / asset
Kunci dari diversifikasi adalah mencari investasi yang tidak terlalu dekat berhubungan antara satu dan yang lainnya. Dari sejarahnya, emas dipercaya mempunyai hubungan negatif dengan saham dan instrumen finansial yang lain. Pada dekade 80 dan 90an, adalah moment yang bagus untuk membeli saham, bukan gold. Namun pada tahun 2008 kemarin, adalah saat yang baik untuk gold, sedangkan saham jatuh.

Dari point-point diatas, maka tentunya kita bisa mengambil kesimpulan kapan waktu yang tepat untuk trading gold (XAU/USD) agar profitnya maksimal. Saat krisis global seperti ini, gold trading menjadi primadona di kalangan para trader.
Banyak orang bilang “Belilah emas, kamu ga akan rugi”. Namun dalam trading, kita tetap memerlukan strategi dan timing yang tepat kapan kita akan buy / sell XAU/USD.

Apakah benar jika trading gold, maka kita tidak akan merugi?
Bagaimana pengalaman anda? 


http://www.futuresgalleriablog.com/2010/11/03/6-alasan-untuk-trading-gold/

...lanjutkan baca...
gravatar

Supply and Demand On GBP/USD

Hal medasar yang banyak dilupakan orang yang terjun dalam bisinis Forex, yakni sistem trading berdasarkan hukum permintaan dan penawaran (supply and demand)

...lanjutkan baca...
gravatar

Trading the News: Bank of England Quarterly Inflation Report


What’s Expected:
Time of release: 05/11/20119:30 GMT, 5:30 EDT
Primary Pair Impact: GBPUSD
Expected: --
Previous: --
DailyFX Forecast:--
 
Why Is This Event Important:
The Bank of England is likely to retain a neutral tone in its quarterly inflation report as the recovery in the U.K. cools, and the central bank may see scope to maintain its current policy throughout most of 2011 as the economic outlook remains clouded with high uncertainty. In turn, BoE Governor Mervyn King may continue to talk down speculation for higher borrowing costs in the isle-nation, and the British Pound may continue to threaten the upward trend from earlier this year as interest rate expectations falter. However, as the region skirts a double-dip recession, the central bank may raise its outlook for growth and inflation, and Governor King may show an increased willingness to gradually normalize monetary policy later this year in order to balance the risks for the region.
 
Recent Economic Developments
The Upside
Release
Expected
Actual
Producer Price Index - Output (YoY) (APR)
5.1%
5.3%
GDP (QoQ) (1Q A)
0.5%
0.5%
Nationwide Consumer Confidence (MAR)
40
44
The Downside
Release
Expected
Actual
PMI Services (APR)
56.0
54.3
Mortgage Approvals (MAR)
48.0K
47.6K
PMI Manufacturing (APR)
57.0
54.6
 
The economic rebound in the first-quarter could lead the BoE to raise its fundamental assessment for the region, and the central bank may adopt a hawkish tone for future policy as the MPC aims to curb the risk for second rebound effects. However, as manufacturing and service-based activity cools, Governor King may continue to highlight the ongoing weakness in the real economy, and the central bank head may explicit show an increased willingness to maintain the expansion in monetary policy for most of the year as the MPC aims to encourage a sustainable recovery. In turn, the sharp pullback from the yearly high (1.6745) may gather pace going into the end of the week, and the GBP/USD may ultimately break out of the upward from earlier this year as interest rate expectations falter.
 
Potential Price Targets For The Release
GBPUSD_Trading_the_Bank_of_England_Quarterly_Inflation_Report_body_ScreenShot022.png, GBP/USD: Trading the Bank of England Quarterly Inflation Report
 
How To Trade This Event Risk
Trading the BoE quarterly inflation report is certainly not as clear cut as some of our previous trades, but the fresh batch of commentary from the central bank could set the stage for a long British Pound trade as investors speculate the MPC to gradually normalize monetary policy later this year. Therefore, if the BoE raises its outlook for growth and inflation, we will need to see a green, five-minute candle following the press conference to establish a buy entry on two-lots of GBP/USD. Once these conditions are met, we will set the initial stop at the nearby swing low or a reasonable distance from the entry, and this risk will generate our first target. The second objective will be based on discretion, and we will move the stop on the second lot to cost once the first trade reaches its mark in an effort to lock-in our profits. 
 
On the other hand, the BoE may turn increasingly dovish given the uncertainties clouding the fundamental outlook, and Governor King may continue to endorse a wait-and-see approach for 2011 as growth and inflation in the U.K. cool. As a result, if the central bank tries to squash bets for a rate hike this year, we will implement the same strategy for a short pound-dollar trade as the long position mentioned above, just in reverse.
 
Impact that the Bank of England Quarterly Inflation report has had on GBP during the last release
Period
Data Released
Estimate
Actual
Pips Change
(1 Hour post event )
Pips Change
(End of Day post event)
Feb2011
02/16/2011 10:30 GMT
--
--
-83
-51
February 2011 Bank of England Quarterly Inflation Report
Bank of England Governor Mervyn King held a dovish outlook for monetary policy while delivering the central bank’s quarterly inflation report and said that “it may be many quarters” before the MPC decides to move the interest rate even as the central bank forecasts price growth to hold above the 2 percent target until the middle of 2012. The BoE sees inflation peaking around 4.4% this year, but sees a risk to undershoot the target as the projections were based on a the interest rate rising to 1 percent by the end of 2011. At the same time, the central bank noted that “there remains a wider range of views than usual” amongst the MPC members, and said that there is a “high degree of uncertainty” clouding the economic outlook following the unexpected contraction in the fourth-quarter. Indeed, the dovish comments from Governor King sparked a bearish reaction in the British Pound, with the GBP/USD slipped to a low of 1.5986 during the North American trade, but the sterling recouped the losses ahead of the close as the exchange rate settled at 1.6090.
GBPUSD_Trading_the_Bank_of_England_Quarterly_Inflation_Report_body_ScreenShot021.png, GBP/USD: Trading the Bank of England Quarterly Inflation Report

...lanjutkan baca...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kurs Rupiah di BCA

US Dollar rates

MarketWatch.com - Top Stories

Categories

Entri Populer

wibiya widget